Aktualisasi  KARMA YOGA  dalam  NGAYAH

Oleh: Ketut Adiana
Bogor, 1 Oktober 2018.

 

Gotong Royong adalah sebuah kata yang sudah biasa didengar oleh telinga kita. Dan kitapun sering melakukan kegiatan gotong royong itu. Belakangan kegiatan gotong royong makin jarang kita lihat, mungkin karena kepentingan individu makin menonjol. Namun semangat gotong royong itu semestinya harus terus dipupuk.

Ngayah adalah kegiatan kerja gotong royong yang didasari dengan semangat  kesukarelaan dan keikhlasan (lascarya). Ngayah biasanya dilakukan oleh sekelompok orang, tua muda, laki perempuan tanpa batasan umur dan umumnya dilakukan untuk sebuah kegiatan di Banjar atau Pura.

Ambil contoh untuk kegiatan persiapan Pujawali atau Piodalan atau Odalan di sebuah pura. Laki perempuan, tua muda secara sukarela dan ikhlas mengerjakan berbagai jenis pekerjaan. Mempersiapkan upakara pe-caru-an dan Piodalan, menghias bangunan, menghias pelinggih,  membuat penjor, memohon air suci atau tirta ketempat – tempat suci, menyiapkan konsumsi untuk umat, latihan megambel, latihan menari, mekidung dsb. Semua dilakukan dengan sukarela, tanpa pamerih, tanpa mengharapkan hasil secara individu. Semua bekerja sambil bercerita hal-hal ringan, kadang diselingi guyonan, namun tetap fokus pada proses kerja, bukan pada hasil kerja.

Ada suasana kegembiraan dalam Ngayah tersebut, ada kebahagiaan karena kerja dilakukan tanpa pamerih, kerja dilakukan dengan semangat melayani bahkan dengan semangat persembahan kepada Hyang Widhi.

Karma Yoga atau Karma Marga yang merupakan salah satu jalan untuk mendekatkan diri dengan Hyang Widhi dari empat jalan yang tersedia (Karma Yoga, Jnana Yoga, Bhakti Yoga dan Raja Yoga) mengajarkan kepada kita untuk kerja tanpa pamerih, kerja tanpa mengharapkan hasilnya, kerja dengan mengembangkan semangat melayani. Orientasi pada proses kerja, bukan pada hasil kerja. Rame ing gawe, sepi ing pamerih. Karena kerja yang dilakukan dengan semangat melayani, dengan semangat persembahan kepada Hyang Widhi maka akan dilakukan dengan cara yang terbaik. Beberapa sloka dalam Bhagawad Gita (khusunya Bab III) secara jelas dan tegas menyampaikan pesan ini. Konsekuensi logis dari proses kerja yang baik tentu juga hasil yang baik.

Dalam kegiatan Ngayah ada beberapa pekerjaan yang merupakan pekerjaan spesifik dalam arti pekerjaan yang tidak rutin dilakukan sehari-harinya. Seperti menyiapkan upakara pe-caru-an, membuat banten gebogan, membuat sarad. Untuk pekerjaan spesifik ini, demikian juga untuk pekerjaan lainnya ada proses belajar mengajar antar umat. Juga ada proses belajar yang lain seperti bersosialisasi, penerapan philosophi Suka-duka (dirasakan bersama-sama), Paras-paros (orang lain adalah bagian dari diri sendiri), Salunglung-sabayantaka (baik buruk milik bersama) dan saling Asih, saling Asah, saling Asuh (saling membantu, saling mengkoreksi dan saling menyayangi). Ada transfer of knowledge maupun transfer of experience. Proses kerja, proses belajar mengajar semuanya dilakukan dengan semangat kekeluargaan. Dengan demikian ada rasa kegembiraan dan kebahagiaan dalam melaksanakan kegiatan kerja ini.

Demikian juga dalam Karma Yoga. Ada rasa kepuasan dan kebahagiaan dalam melakukan kegiatan kerja yang dilandasi dengan semangat melayani, semangat persembahan. Memang mudah mengucapkan “ kerja tanpa pamerih “ namun pelaksanaannya tidak semudah mengucapkannya. Bagaimana bekerja tanpa mengharapkan hasil  sementara keluarga kita membutuhkan “ hasil “ dari kerja tersebut. Hasil adalah konsekuensi logis dari pelaksanaan kerja. Fokusnya adalah pada proses kerja, kerja yang dilakukan dengan kesadaran jiwa, kerja sebagai persembahan kepada Hyang Widhi. Hasilnya merupakan “ surudan “  atau “ prasadam “  yang patut disyukuri.

Untuk mampu melaksanakan kerja tanpa pamerih ini memang diperlukan pembelajaran setahap demi setahap. Orang yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan bakat kelahirannya akan lebih menikmati proses kerja ini. Karena orang-orang ini akan menemukan passion nya atau gairah kerjanya dan fokus pada proses kerjanya. Hal ini juga disampaikan dalam sloka-sloka Bhagawad Gita maupun kitab suci lainnya dari Weda.

Kerja yang dilakukan dengan semangat Ngayah, kerja yang dilakukan dengan ikhlas tanpa pamerih, kerja yang dilakukan dengan semangat  melayani dan persembahan kepada Hyang Widhi akan memberikan kepuasan tersendiri kepada pelakunya.

Kepuasan kerja adalah sebuah kebahagiaan, kebahagiaan jiwa, jalan menuju Hyang Widhi.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om